Rabu, 23 September 2009

Burung Merak Bernama Asuransi (Pemenang "Insurance Day 2009"

Konsep asuransi dikenalkan pada bangsa kita oleh Belanda saat menjajah dulu. Dalam bahasa Latin asuransi adalah assecurare yang berarti meyakinkan orang lain. Memang sebenarnya asuransi mencoba meyakinkan di tengah ketidakpastian. Disadari atau tidak kehidupan yang manusia jalani adalah tidak pasti. Sebuah riset mengemukakan bahwa 99% realitas dalam kehidupan kita TIDAK TAHU.

Mari coba kita buktikan dengan mengambil sepuluh sampel pertanyaan tentang realitas kehidupan dan silahkan Anda mencoba menjawabnya sendiri. Siapa nama depan kakek buyut dari kakek? Apa pekerjaan mereka? Berapa lama (hari, jam, menit) Anda berada di kandungan? Bagaimana Anda melewatkan perayaan ulang tahun pertama Anda? Kapan pertama kali Anda jatuh saat bersepeda? Berapa IP Anda semester depan? Berapa jumlah uang yang Anda miliki di bank account 20 tahun lagi? Akankah suatu hari kelak Anda kecopetan? Kapan akan terjadi gempa yang berpotensi tsunami sehingga sore nanti Anda bisa terbang ke ujung dunia untuk menyelamatkan diri? Kapan Anda akan jatuh sakit sehingga Anda sudah dapat menyiapkan uang rumah sakit?

Well, pertanyaan di atas adalah seputar realitas kehidupan. Bila Anda dapat menjawab satu saja dengan tepat, artinya ketidaktahuan Anda adalah 90%; artinya Anda lebih tahu 9% dari kebanyakan orang. Namun ingat, pertanyaan di atas hanyalah sampel dari ribuan, jutaan, hingga milyaran realitas kehidupan. Jika Anda dapat menjawab separuh dari kumpulan pertanyaan di atas, mungkin Anda berbakat menajadi seorang cenayang. Who knows?

Yang pasti, kebanyakan dari kita tidak mengetahui dan tidak memiliki kontrol akan realitas yang terjadi dalam kehidupan ini. Bahkan sampai sekarang ilmuwan pun tidak mampu untuk memperkirakan kapan tepatnya gempa akan terjadi. Bila sudah demikian, hidup kita sebenarnya penuh ketidakpastian. Inilah celah yang dilihat dan diusahakan oleh perusahaan asuransi di seantero dunia. Perusahaan asuransi ini mencoba memberi perlindungan bagi kliennya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat ini bisa dikatakan asuransi ibarat burung Merak yang bersolek mempercantik citra diri agar banyak orang ikut berasuransi. Di berbagai media cetak dan elektronik, banyak Merak Asuransi yang mengembangkan ekornya yang indah rupawan dengan berbagai macam jenis tawaran, kemudahan, dan keuntungan yang didapat bila ikut berasuransi. Iklan dan slogan menarik dibuat guna menarik lebih banyak lagi orang untuk berinvestasi dalam asuransi.

Sayangnya, pertumbuhan asuransi di Indonesia dari tahun 2003 sampai 2008 dikatakan masih stagnan (insuranceday.blogspot.com). Naga-naganya si burung Merak ini memang perlu untuk lebih banyak bersolek serta (ini yang terpenting) membuktikan kepada masyarakat bahwa berasuransi memang penting mengingat 99% realitas TIDAK kita keTAHUi.

Seorang ahli psikologi kenamaan Abraham Maslow memberikan konsep hierarchy of needs (piramida kebutuhan manusia). Ada lima tingkatan yakni kebutuhan untuk fisiologi/dasar (makanan dsb), rasa aman dan tentram, dicintai, dihargai, dan aktualisasi diri. Bisa dilihat bahwa kebutuhan akan rasa aman berada di urutan kedua dari dasar yang artinya kebutuhan ini harus terpenuhi dahulu sebelum seseorang dapat melaju ke tahap pemenuhan tingkat berikutnya. Jelaslah bahwa asuransi membawa satu macam solusi.

Nah, si Merak Asuransi akan selalu bersolek, mempercantik citra asuransi di negeri kita. Bagaimana dengan Anda?

Tidak ada komentar: